Pengaruh Plyometric Exercise terhadap Peningkatan Daya Ledak Gerakan Melompat pada Atlet Sepak Bola
DOI:
https://doi.org/10.64974/jnf.v4i1.105Keywords:
plyometric exercise; daya ledak; vertical jump; atlet sepak bolaAbstract
Latar Belakang: Kemampuan melompat merupakan komponen penting dalam performa atlet sepak bola, terutama dalam situasi duel udara, intersepsi, dan penyelesaian akhir. Daya ledak otot tungkai menjadi penentu utama dalam menghasilkan lompatan yang tinggi dan cepat. Salah satu metode latihan yang terbukti efektif dalam meningkatkan daya ledak adalah plyometric exercise, yaitu latihan intensitas tinggi yang menggabungkan kekuatan dan kecepatan kontraksi otot. Beberapa studi terkini menunjukkan bahwa plyometric exercise mampu meningkatkan performa lompatan vertikal secara signifikan pada atlet usia remaja. Namun, masih terbatasnya penelitian yang secara spesifik mengkaji pengaruh plyometric exercise terhadap daya ledak melompat pada atlet sepak bola usia 15–17 tahun menjadi celah yang perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh plyometric exercise terhadap peningkatan daya ledak gerakan melompat pada atlet sepak bola. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Randomized Control Trial dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pre-test and post-test with control design yang dilakukan pada bulan April-Mei 2025. Subjek merupakan atlet AT Farmasi berjumlah 32 subjek. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok dengan secara acak dengan nomor undian. Kelompok 1 mendapatkan plyometric exercise dan latihan standar berjumlah 16 orang, kelompok 2 mendapatkan latihan standar berjumlah 16 orang. Pengukuran menggunakan Vertical Jump test (VJ) yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil: Hasil uji statistik sebelum dan sesudah pada kelompok perlakuan mendapatkan hasil nilai p=0,001, p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan pengaruh antara kedua kelompok. Sedangkan hasil uji data selisih kelompok 1 mengalami peningkatan daya ledak gerakan melompat lebih besar daripada kelompok 2 (P=0,001).
Kesimpulan: Pemberian plyometric exercise dapat meningkatan daya ledak gerakan melompat pada atlet sepak bola.
Downloads
References
Aloui, G., Hermassi, S., Khemiri, A., Bartels, T., Hayes, L. D., Bouhafs, E. G., Souhaiel Chelly, M., & Schwesig, R. (2021). An 8-Week Program of Plyometrics and Sprints with Changes of Direction Improved Anaerobic Fitness in Young Male Soccer Players. International journal of environmental research and public health, 18(19), 10446. https://doi.org/10.3390/ijerph181910446
Brewer, C. (2017). Athletic movement skills: Training for sports performance (1st ed.). Human Kinetics. Champaign, IL.
Brianmac, 2016; Surgent Jump Test; Diakses Tanggal 20 Februari 2025 dari http:/www.brianmac.co.uk/sgtjump.htm
Chen, L., Yan, R., Xie, L., Zhang, Z., Zhang, W., & Wang, H. (2024). Maturation-specific enhancements in lower extremity explosive strength following plyometric training in adolescent soccer players: A systematic review and meta-analysis. Heliyon, 10(12), e33063. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e33063
Chu, D. A., & Myer, G. D. (2013). Plyometrics (1st ed.). Champaign, IL: Human Kinetics.
Davies, G., Riemann, B. L., & Manske, R. (2015). Current Concepts Of Plyometric Exercise. International Journal of Sports Physical Therapy.
Hansen, D., & Kennelly, S. (2017). Plyometric Anatomy. Amerika Serikat. Human Kinetics.
Moran, J., Vali, N., Sand, A., Beato, M., Hammami, R., Ramirez-Campillo, R., Chaabene, H., & Sandercock, G. (2024). Effect of vertical, horizontal, and combined plyometric training on jump, sprint and change of direction performance in male soccer players. PloS one, 19(5), e0295786. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0295786
Mulyadi, H. (2016). Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai dan Koordinasi Mata-kaki terhadap Lompat Jauh Santriwan Pondok Pesantren Iqra’ Barung-barung Balantai Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Pendidikan Rokania Vol. I (No. 1/2016), 53(9), 1689–1699
Nikolaidis, P. T., Asadi, A., Santos, E. J., Calleja-González, J., Padulo, J., Chtourou, H., & Zemkova, E. (2015). Relationship of body mass status with running and jumping performances in young basketball players. Muscles, ligaments and tendons journal, 5(3), 187–194. https://doi.org/10.11138/mltj/2015.5.3.187
Paulsen, F., & Waschke, J. (2019). Sobotta Atlas of Anatomy, Vol.1, 16th ed., English/Latin: General Anatomy and Musculoskeletal System. In The Annals of The Royal College of Surgeons of England (Vol. 88, Issue 4) (Vol. 1). https://doi.org/https://doi.org/10.1308/rcsann.2006.88.4.425a
Parengkuan, Meyke. 2015. Pegaruh Latihan Plyometric Box Jump dan Barrier Hops Terhadap Tinggi Raihan Block pada Permainan Bolavoli. Proposal Penelitian. Universitas Negeri Gorontalo.
Sattler, T., Sekulic, D., Hadzic, V., Uljevic, O., & Dervisevic, E. (2012). Vertical jumping tests in volleyball: reliability, validity, and playing-position specifics. Journal of strength and conditioning research, 26(6), 1532–1538. https://doi.org/10.1519/JSC.0b013e318234e838
Vizniak, N. A. (2011). quick refference evidence based muscle manual. vancouver: professional health systems.
Yang, G., Chen, W., Qi, D., Zhang, J., & Men, Z. (2024). The Effects of a 6-Week Plyometric and Sprint Interval Training Intervention on Soccer Player's Physical Performance. Journal of sports science & medicine, 23(1), 526–536. https://doi.org/10.52082/jssm.2024.526
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Haritsah, Burhan Malik, Setiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





